• Kamis, 30 Juni 2022

Beragama Jangan Tentatif

- Selasa, 24 Mei 2022 | 19:48 WIB
Islah pangabean
Islah pangabean


Oleh: Islahuddin Panggabean SPd, Pengurus Mathla'ul Anwar Sumatera Utara

PortalAMANAH.com -- Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus. (QS An-Nisa: 137)

Istilah agama tentatif sempat viral di media sosial. Disebutkan istilah ini berawal dari jawaban-jawaban para 'artis' atau konten kreator terkait apa agamanya. Sebagian lagi netizen malah dengan enteng menjawab bahwa dirinya Islam tetapi tidak sholat dan seterusnya.

Kata tentatif dalam KBBI bermakna (1) Belum pasti, masih bisa berubah (2) Sementara waktu, penonaktifannya bersifat sementara. Disimpulkan secara sederhana, agama tentatif merupakan ajaran/kepercayaan yang bisa berubah sewaktu-waktu atau bersifat sementara.

Baca Juga: Tadabbur - Surah Al Mukminun Ayat 5-8. Bag 2

Frasa "agama tentatif" atau agama yang sewaktu-waktu bisa berubah sebenarnya merupakan virus yang sangat berbahaya. Frasa tersebut berisi keraguan akan agama yang dipeluknya saat ini.

Sementara, beragama khususnya Islam atau beriman mewajibkan tiada ragu-ragu. Iman mensyaratkan satu keyakinan, ketiadaan keraguan terhadap perkara-perkara yang wajib diimani. Bahkan Allah telah berfirman supaya kaum Muslim tidak ragu-ragu dalam mengimani kebenaran agama Islam.

Hal itu didapati dari berbagai ayat diantaranya (QS Yunus : 94), (QS Hud : 17). Begitu juga Allah berfirman, “Itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu” (QS Ali Imran : 60).

Baca Juga: Umat Islam Sumut Minta Singapura Ikuti PBB Lawan Islamophobia

Demikianlah, beriman wajib tanpa keraguan. Apalagi jika terniat untuk seenaknya merubah-rubah agama. Frasa "Agama Tentatif", seolah tidak yakin dengan agama karena tidak pasti dan bisa jadi berubah karena menggunakan kata sementara. Na'udzubillah.

Halaman:

Editor: Firmansyah Lafiri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Karunia Itu Bernama Dzulhijjah

Rabu, 29 Juni 2022 | 06:45 WIB

Membumikan Quran di Perkotaan

Minggu, 26 Juni 2022 | 19:34 WIB

Spirit Haji Pembawa Perubahan

Minggu, 26 Juni 2022 | 19:19 WIB

Pesan Dakwah - Keluarga Miskin

Kamis, 23 Juni 2022 | 21:35 WIB

Kebahagiaan Orang Hina, Salah Satu Tanda Kiamat

Jumat, 17 Juni 2022 | 17:58 WIB

Khazanah Sejarah - Al Subut dan Al Tatawur

Kamis, 16 Juni 2022 | 13:50 WIB

Refleksi Kehidupan - Jagalah Amanah

Selasa, 14 Juni 2022 | 06:16 WIB

Pesan Dakwah - Kita akan Pulang

Jumat, 10 Juni 2022 | 06:40 WIB

Perspektif - Ketaatan itu Buah Takwa

Selasa, 7 Juni 2022 | 07:18 WIB

Keimanan

Jumat, 3 Juni 2022 | 16:52 WIB

Pesan Dakwah - Negeri Akhirat

Rabu, 1 Juni 2022 | 05:24 WIB

Waktu Shalat Tahajud

Senin, 30 Mei 2022 | 20:13 WIB

Menanamlah, Ini Faedahnya

Senin, 30 Mei 2022 | 20:00 WIB

Beragama Jangan Tentatif

Selasa, 24 Mei 2022 | 19:48 WIB
X