• Jumat, 9 Desember 2022

Spirit Haji Pembawa Perubahan

- Minggu, 26 Juni 2022 | 19:19 WIB
Islah pangabean
Islah pangabean


Oleh : Islahuddin Panggabean, S.Pd, Pengurus Mathla'ul Anwar Sumatera Utara

PortalAMANAH.com -- "Umrah ke umrah berikutnya merupakan pelebur dosa antara keduanya. Dan, tiada balasan bagi haji mabrur, melainkan surga" (HR Bukhari Muslim)

Haji merupakan rukun Islam yang kelima hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi setiap muslim yang memenuhi syarat. Pembahasan tentang ibadah haji dalam al-Qur’an terdapat dalam surat al-Baqarah (ayat 158, 189, 196-203), Ali Imran (ayat 97), al-Ma’idah (1-2, 97) dan surat al-Hajj.

Setiap jamaah haji pasti ingin menggapai predikat haji yang mabrur. Sebab, balasan terbaik telah disediakan untuk mereka sebagaimana hadist Nabi di atas. Mabrur sendiri berasal dari kata barra-yabarru yang artinya taat berbakti. Sedangkan haji mabrur sendiri artinya haji yang diterima Allah Swt.

Baca Juga: Guru Menulis - Cara Agar Anak SD Sukai Pelajaran Bahasa Arab

Menurut Profesor Quraish Shihab, definisi haji mabrur bukan sekadar sah perihal pelaksanaan ibadah haji. Namun, makna mabrur adalah ketika jamaah haji telah pulang dari Tanah Suci dan ia tetap menaati janji-janji yang telah ia buat sewaktu di Mekkah untuk menjadi seseorang yang lebih baik.

Bisa dikatakan salah satu indikator dari haji mabrur adalah ketika seseorang yang telah menunaikan ibadah haji, berdampak positif terhadap peningkatan kualitas ibadah dan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain peningkatan ibadah personal, indikator mabrur bahwa haji siap menjadi agen perubahan sosial di masyarakatnya. Dengan segala dimensi ukhuwah, sosial, jihad dan pengorbanan dalam ibadah haji, dapat dimabrur adalah orang yang rela bergerak dan berkorban baik dana, waktu, pemikiran merubah masyarakat ke arah lebih baik.

Baca Juga: Refleksi Kehidupan - Pilih Sekolah Utamakan Karakter Keagamaan

Haji sebagai agen perubahan bergantung pada spirit yang mendorong seseorang melaksanakan ibadah haji. Terkait itu, Ayang Utriza Yakin (2015) menuturkan sejarah bahwa di setiap zaman, ada ruh yang mendorong orang berhaji.

Halaman:

Editor: Firmansyah Lafiri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Refleksi Kehidupan - Adzan dan Marketing

Selasa, 6 Desember 2022 | 04:36 WIB

Inspirasi - Wisuda IV Bukan Perhelatan Biasa

Minggu, 4 Desember 2022 | 04:49 WIB

Terpujilah Engkau Wahai Guru

Jumat, 25 November 2022 | 15:01 WIB

Refleksi Kehidupan - Mencari Guru Sejati

Jumat, 25 November 2022 | 08:11 WIB

Inspirasi - Wisuda III Momentum Khadimul Quran

Jumat, 25 November 2022 | 07:59 WIB

Refleksi Kehidupan - Generasi Tangguh 5-Ar

Rabu, 16 November 2022 | 16:21 WIB

Ilmu dan Dunning Kruger Effect

Selasa, 15 November 2022 | 05:33 WIB

Pahlawan dan Perjuangan Hidayatullah

Jumat, 11 November 2022 | 04:46 WIB

Merasa Mampu atau Mampu Merasa ?

Kamis, 10 November 2022 | 16:51 WIB

Refleksi Kehidupan - Menjadi Pahlawan Nasional

Kamis, 10 November 2022 | 06:01 WIB

Tersirat - Majulah Tanpa Menyingkirkan. Bag 3

Kamis, 10 November 2022 | 05:47 WIB

Inspirasi - Mabit Perdana Penuh Berkah

Selasa, 8 November 2022 | 09:59 WIB

Empat Transaksi yang Dilarang dalam Islam

Senin, 7 November 2022 | 18:08 WIB

Preman dan Manusia Merdeka

Senin, 7 November 2022 | 18:03 WIB

Khazanah Sejarah - Muhammadiyah-NU Duduk Bersama

Senin, 7 November 2022 | 18:03 WIB

Tersirat - Seruan Raja di Atas Raja. Bag 2

Senin, 7 November 2022 | 18:02 WIB

Berbuat Baik Kepada Orangtua Peluang Menuju Surga

Senin, 7 November 2022 | 18:01 WIB
X