• Senin, 26 September 2022

Kemakmuran Kota

- Sabtu, 16 Juli 2022 | 05:56 WIB
Islah pangabean
Islah pangabean

I
Oleh: Islahuddin Panggabean SPd, Pengurus Mathla'ul Anwar Sumatera Utara

PortalAMANAH.com -- Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,” Dia (Allah) berfirman, “Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS Al Baqarah: 126)

Nabi Ibrahim dikenal sebagai imam umat manusia. Ia adalah pribadi yang sangat mencintai Allah lebih dari siapapun. Dari itu, ia digelar khalilullah.

Selain itu, ia juga berijiwa dalam berbagai aspek kehiduapan Termasuk salah satunya dalam hal kemakmuran sebuah negeri atau kota. Doa dalam ayat 126 surah Al-Baqarah bukti pandangannya terkait poin-poin mendasar terkait kemakmuran sebuah kota.

Baca Juga: Inspirasi - Jalan Hidayah Pejuang Lorong

Doa yang dikemukakan oleh Nabi Ibrahim pada prinsipnya adalah merupakan visinya terkait kemakmuran suatu negeri atau kota. Pandangan Nabi Ibrahim ini diamini oleh al-Qur'an sehingga dapat dijadikan indikator tentang kemakmuran suatu kota.

Berdasarkan doa yang dikemukakan oleh Nabi Ibrahim di atas menunjukkan bahwa indikator negeri (balad) makmur dapat dilihat melalui 3 (tiga) aspek. Mereka adalah terjaminnya stabilitas keamanan, terciptanya pertumbuhan ekonomi yang mapan dan masyarakatnya adalah orang-orang yang beriman (memiliki pola pikir yang rasional dan jauh dari keyakinan syirik).

Hal pertama yang dimohonkan oleh Nabi Ibrahim yang untuk Kota Mekkah ialah stabilitas keamanan. Abu Bakar al-Jaza'iri dalam tafsimya Aysar al-Tafasir ialah bahwa setiap orang merasa aman ketika masuk ke dalamnya.

Baca Juga: Manhaj - Pandangan Ulama Terhadap Surah Al-Alaq 1-5

Menempatkan stabilitas keamanan pada urutan pertama tentu saja didasarkan kepada pertimbangan prioritas. Faktor stabilitas keamanan ini menjadi penentu untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang lain.

Halaman:

Editor: Firmansyah Lafiri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Reorientasi Diri Menentukan Niat dan Tujuan Hidup

Senin, 26 September 2022 | 07:21 WIB

Preman dan Manusia Merdeka

Jumat, 23 September 2022 | 05:38 WIB

Pasang Surut Peradaban Islam, Sebuah Keniscayaan

Kamis, 22 September 2022 | 09:09 WIB

Refleksi Kehidupan - Memahami Tanda-tanda

Selasa, 13 September 2022 | 09:57 WIB

Inspirasi - Tahmid Pejuang Subuh

Rabu, 7 September 2022 | 20:37 WIB

Refleksi Kehidupan -- Membangun Hubungan

Rabu, 7 September 2022 | 05:37 WIB

Khazanah Sejarah - Perubahan Sebuah Fatwa dalam Islam

Kamis, 1 September 2022 | 05:38 WIB

Inspirasi - Jadi Hamba Terbaik

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 20:33 WIB

Refleksi Kehidupan -- Merdeka Sejati

Kamis, 18 Agustus 2022 | 05:08 WIB

Inspirasi - Benteng Aqidah

Kamis, 18 Agustus 2022 | 04:59 WIB

Lambe Turah, Haram bagi Pelaku dan Pendengarnya

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:27 WIB

Inspirasi - Lahirnya Kampung Quran

Rabu, 10 Agustus 2022 | 08:43 WIB

Inspirasi - Wisuda dan Milad dengan Spirit Hijrah

Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:19 WIB

Inspirasi - Halaqah Terbaik Halaqah Subuh

Senin, 1 Agustus 2022 | 10:04 WIB

Terpopuler

X