• Jumat, 9 Desember 2022

Lambe Turah, Haram bagi Pelaku dan Pendengarnya

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:27 WIB
Islah pangabean
Islah pangabean


Oleh : Islahuddin Panggabean, S.Pd, Pengurus Mathlaul Anwar Sumut

PortalAMANAH.com -- Para wanita di kota itu berkata, “Istri al-Aziz menggoda pelayannya untuk menaklukkannya. Pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami benar-benar memandangnya dalam kesesatan yang nyata.” (QS Yusuf : 30)

Ada salah satu penyakit masyarakat yang terjadi di segala tempat termasuk di perkotaan. Penyakit masyarakat itu terjadi di segala zaman, baik baheula maupun zaman teknologi seperti saat ini. Penyakit tersebut adalah gosip atau ghibah.

Pergosipan terjadi di zaman Nabi Yusuf sebagaimana ayat di atas, juga terjadi di dunia teknologi informasi seperti saat ini. Bahkan di zaman ini ada akun media sosial yang terkenal karena isinya yang membicarakan kehidupan orang lain yakni Lambe Turah.

Lambe turah sendiri berasal dari bahasa Jawa, lambe artinya 'bibir', turah artinya 'berlebihan'.Kata lambe juga terdapat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang artinya, bibir; mulut; ucapan.

Jadi, lambe turah menggambarkan sifat orang yang gemar bergosip, nyinyir, atau berbicara berlebihan tentang orang lain. Lambe turah ternyata adalah julukan yang sudah lama dikenal di Jawa, namun, kini sudah populer di berbagai daerah berkat akun medsos tersebut.

Terkait ayat 30 surah Yusuf di atas, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi menjelaskan pelajaran dari ayat tersebut bahwa tabiat manusia suka meneliti dan mencari-cari berita.

Sementara, Buya Hamka menjelaskan bahwa begitulah lidah bocor perempuan. Walaupun mereka termasuk masyarakat "cabang atas" atau elite di zaman purbakala Mesir, zaman kekuasaan Fir'aun-Fir aun itu.

Istri orang besar-besar itu asyik bertemu dan bertamu memperkatakan perhiasan, kekayaan, pakaian indah, dan berbagai kemewahan serta untuk menghabis-habiskan waktu dalam bersolek, mereka duduk-duduk bersama memperkatakan keadaan si anu yang tidak hadir, yang suaminya telah benci kepadanya, yang anak perempuannya telah nyaris dapat jodoh, tetapi gagal, dan bermacam perkataan lain.

Kadang-kadang juga memperkatakan kecantikan si anu bahwa dia dikasihi oleh suaminya dan bahwa suami si anu jatuh hati kepada perempuan lain. Rahasia yang ditutup rapat pada mulanya, dengan cepat bisa bertukar menjadi rahasia umum. Dia rahasia, tetapi sudah umum, orang yang tahu dari bisik ke bisik.

Halaman:

Editor: Firmansyah Lafiri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Refleksi Kehidupan - Adzan dan Marketing

Selasa, 6 Desember 2022 | 04:36 WIB

Inspirasi - Wisuda IV Bukan Perhelatan Biasa

Minggu, 4 Desember 2022 | 04:49 WIB

Terpujilah Engkau Wahai Guru

Jumat, 25 November 2022 | 15:01 WIB

Refleksi Kehidupan - Mencari Guru Sejati

Jumat, 25 November 2022 | 08:11 WIB

Inspirasi - Wisuda III Momentum Khadimul Quran

Jumat, 25 November 2022 | 07:59 WIB

Refleksi Kehidupan - Generasi Tangguh 5-Ar

Rabu, 16 November 2022 | 16:21 WIB

Ilmu dan Dunning Kruger Effect

Selasa, 15 November 2022 | 05:33 WIB

Pahlawan dan Perjuangan Hidayatullah

Jumat, 11 November 2022 | 04:46 WIB

Merasa Mampu atau Mampu Merasa ?

Kamis, 10 November 2022 | 16:51 WIB

Refleksi Kehidupan - Menjadi Pahlawan Nasional

Kamis, 10 November 2022 | 06:01 WIB

Tersirat - Majulah Tanpa Menyingkirkan. Bag 3

Kamis, 10 November 2022 | 05:47 WIB

Inspirasi - Mabit Perdana Penuh Berkah

Selasa, 8 November 2022 | 09:59 WIB

Empat Transaksi yang Dilarang dalam Islam

Senin, 7 November 2022 | 18:08 WIB

Preman dan Manusia Merdeka

Senin, 7 November 2022 | 18:03 WIB

Khazanah Sejarah - Muhammadiyah-NU Duduk Bersama

Senin, 7 November 2022 | 18:03 WIB

Tersirat - Seruan Raja di Atas Raja. Bag 2

Senin, 7 November 2022 | 18:02 WIB

Berbuat Baik Kepada Orangtua Peluang Menuju Surga

Senin, 7 November 2022 | 18:01 WIB
X