Catatan Kaki - Meninggalkan Lisana Sidqin Fil Akhirin. 2

- Kamis, 17 November 2022 | 05:35 WIB
Ahmad Sewang
Ahmad Sewang

Oleh : Ahmad M. Sewang, Ketua Umum IMMIM

PortalAMANAH.com -- Ketika turun ayat 92 QS Ali Imran; yaitu,
لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Saat turun ayat itu, seorang sahabat bernama Talhah, merenung dalam hatinya sekiranya aku ini meninggal dunia, harta apa yang paling aku cintai yang aku bisa nafkahkan untuk generasi sesudahku.

Karena menurut Alquran, “Kalian belum berbuat baik, sebelum mempersembahkan yang paling kamu cintai,” Kemudian Talhah ingat sepetak tanah sebelah kiri masjid Nabawi. Di situ ada kebun kurma yang subur dan di situ pula ada mata air.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sering tidur qailulah, tidur sebentar, menjelang waktu shalat dhuhur tiba. Talhah datang menemui Rasulullah Ia anggap itulah harta yang paling dicintainya.

Kemudian harta itu ia serahkan kepada Rasulullah sebagai sedekah, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga sebagai tanda terima kasih kepada ibunya yang sudah meninggal dunia. Talhah sedekahkan sepetak tanah itu untuk dirinya dan ibunya yang ia cintai.

Tanah itu kemudian dijadikan pelebaran masjid dan menjadi bagian dari masjid Nabawi. Miliaran umat telah shalat di tanah Talhah itu yang sudah menjadi bahagian dari pelebaran Masjid Nabawi.

Setiap hari Talhah dan ibunya mendapatkan aliran pahala sebagai amal jariah yang ia investasikan. Talhah sudah lama meninggalkan planet bumi ini. Tetapi ia telah meninggalkan Lisana Sidqin fil Akhirin, kenangan indah untuk generasi sesudahnya. Kenangan itu, ia persembahkan kepada ibunya yang ia cintai.

Kita pun perlu merenung, apakah benar kita mencintai Allah sta'alla? Kecintaan itu perlu dibuktikan dengan memberikan sesuatu yang paling dicintai.

Halaman:

Editor: Firmansyah Lafiri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Refleksi Kehidupan - Tingkatan Syukur

Rabu, 1 Februari 2023 | 14:22 WIB

Manhaj - Al-Alaq Sebagai Landasan Islam

Rabu, 18 Januari 2023 | 11:09 WIB

Refleksi Kehidupan - Learning Agility

Selasa, 17 Januari 2023 | 05:21 WIB

Refleksi Kehidupan - Syukur Nikmat Tahun 2023

Selasa, 3 Januari 2023 | 05:27 WIB

Refleksi Kehidupan - Banjir Lagi

Rabu, 28 Desember 2022 | 08:32 WIB

Refleksi Kehidupan - Pelajaran dari Piala Dunia

Kamis, 22 Desember 2022 | 20:26 WIB

Catatan Kaki - Politik Stigmatisasi Terhadap Islam

Kamis, 15 Desember 2022 | 17:17 WIB

Refleksi Kehidupan - Bola dan Kehidupan

Selasa, 13 Desember 2022 | 05:08 WIB

Refleksi Kehidupan - Adzan dan Marketing

Selasa, 6 Desember 2022 | 04:36 WIB

Inspirasi - Wisuda IV Bukan Perhelatan Biasa

Minggu, 4 Desember 2022 | 04:49 WIB

Terpujilah Engkau Wahai Guru

Jumat, 25 November 2022 | 15:01 WIB

Refleksi Kehidupan - Mencari Guru Sejati

Jumat, 25 November 2022 | 08:11 WIB

Inspirasi - Wisuda III Momentum Khadimul Quran

Jumat, 25 November 2022 | 07:59 WIB

Refleksi Kehidupan - Generasi Tangguh 5-Ar

Rabu, 16 November 2022 | 16:21 WIB

Ilmu dan Dunning Kruger Effect

Selasa, 15 November 2022 | 05:33 WIB

Terpopuler

X