Catatan Kaki - Politik Stigmatisasi Terhadap Islam

- Kamis, 15 Desember 2022 | 17:17 WIB
Ahmad Sewang
Ahmad Sewang

Oleh : Ahmad M. Sewang, Ketua Umum IMMIM 

PortalAMANAH.com -- Pada periode ini sangat terasa seakan semua yang berbau Islam harus dijauhi sebab dianggap tidak asli dan tidak nasionalis. Islam penuh stigma keburukan yang wajib dijauhi. Sebab Islam itu agama import atau pendatang dari Arab.

Pertanyaannya, "Apakah ada agama asli dari enam agama besar yang diakui di Indonesia? Kenapa agama import itu hanya distigmakan pada Islam? Sepanjang pengetahuan saya dari sebanyak presiden di negeri tercinta ini, mulai dari presiden pertama sampai terakhir, hanya presiden terakhir ini terjadi stigmatisasi pada Islam.

Coba kita telusuri manakah agama asli di Indonesia? Budha dan Hindu: berasal dari India. Islam: berasal dan dikembangkan oleh para saudagar dari Arab. Kristen/Katolik: dibawa oleh para kolonial Eropa, di samping menjajah juga mereka menyebarkan agama Kristen dengan semboyan gold, glory, dan gospel,Konghuchu: berasal dari daratan China.

Di sini dapat kita pahami bahwa ini adalah propaganda politik melawan Islam. Mungkin karena ketakutan berlebihan pada Islam sebagai agama mayoritas untuk bangkit dan membangun peradabannya kembali seperti pada priode klasik?

Karena kekhawatiran yang berlebihan itu membawa pada ketakutan berlebihan sehingga semua yang berbau Islam ingin dicampakkan tanpa melewati pembahasan secara akademik dan sehat.

Islam yang saya pelajari dari ajaran pokoknya dalam kitab suci memerintahkan berbuat baik dan adil kepada siapa pun, sepanjang tidak mengganggu dan mengusir agama mereka (Lihat QS al-Muntahana: 8-9.)

Kata "jihad" misalnya sangat ditakuti karena itu perlu dihilangkan dalam kamus Islam. Pada hal kata jihad, justru dibahas secara akademik dan ilmiah di negara sekuler Belanda di Leiden University pada tahun 1994 yang kebetulan saya sedang riset di sana.

Hasil penelitian mereka terhadap Alquran bahwa kata "jihad" memiliki pengertian luas, yaitu "bersungguh-sungguh." Hanya satu pengertian "perang" ditemukan dalam Alquran yang disebut justru bukan tertulis "jihad" namun tertulis "qital".

Halaman:

Editor: Firmansyah Lafiri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Refleksi Kehidupan - Tingkatan Syukur

Rabu, 1 Februari 2023 | 14:22 WIB

Manhaj - Al-Alaq Sebagai Landasan Islam

Rabu, 18 Januari 2023 | 11:09 WIB

Refleksi Kehidupan - Learning Agility

Selasa, 17 Januari 2023 | 05:21 WIB

Refleksi Kehidupan - Syukur Nikmat Tahun 2023

Selasa, 3 Januari 2023 | 05:27 WIB

Refleksi Kehidupan - Banjir Lagi

Rabu, 28 Desember 2022 | 08:32 WIB

Refleksi Kehidupan - Pelajaran dari Piala Dunia

Kamis, 22 Desember 2022 | 20:26 WIB

Catatan Kaki - Politik Stigmatisasi Terhadap Islam

Kamis, 15 Desember 2022 | 17:17 WIB

Refleksi Kehidupan - Bola dan Kehidupan

Selasa, 13 Desember 2022 | 05:08 WIB

Refleksi Kehidupan - Adzan dan Marketing

Selasa, 6 Desember 2022 | 04:36 WIB

Inspirasi - Wisuda IV Bukan Perhelatan Biasa

Minggu, 4 Desember 2022 | 04:49 WIB

Terpujilah Engkau Wahai Guru

Jumat, 25 November 2022 | 15:01 WIB

Refleksi Kehidupan - Mencari Guru Sejati

Jumat, 25 November 2022 | 08:11 WIB

Inspirasi - Wisuda III Momentum Khadimul Quran

Jumat, 25 November 2022 | 07:59 WIB

Refleksi Kehidupan - Generasi Tangguh 5-Ar

Rabu, 16 November 2022 | 16:21 WIB

Ilmu dan Dunning Kruger Effect

Selasa, 15 November 2022 | 05:33 WIB

Terpopuler

X