• Minggu, 5 Februari 2023

KarangTaruna Enrekang Adakan Dialog Nasional Datangkan Dr Syamsuddin Arif

- Kamis, 22 Desember 2022 | 05:36 WIB
Karang Taruna Enrekang
Karang Taruna Enrekang

Enrekang, portalAMANAH.com -- Karang Taruna Enrekang bekerjasama dengan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Enrekang dan Ikatan Pustakawan (IPI) Enrekang adakan dialog nasional kepemudaan dengan mengusung tema, Pemuda Harapan Bangsa: Kritis, Ilmiah dan Enterpreneurship.

Dialog diadakan di Resto & Cafe Katra. Jl. H.O.S. Cokroaminoto, Kel. Juppandang, Enrekang. Pukul 09.00-12.00 Wita. Dialog kali ini mendatangkan tokoh intelektual nasional bahkan internasional, Prof. (madya) Dr. Syamsuddin Arif., Peneliti dan Pendiri Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) Jakarta, dan Dosen Pascasarjana UNIDA Gontor. 

Dipaketkan dengan pembicara lokal, Dr Ilham Kadir, Ketua GPMB dan Dosen Universitas Muhammadiyah Enrekang. Para peserta merupakan perwakilan dari organisasi kepemudaan yang ada di Kabupaten Enrekang. Acara dialog dipandu langsung oleh Irsan, Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia, Enrekang.

Baca Juga: Catatan Kaki - Politik Stigmatisasi Terhadap Islam

Bahkan acara dialog nasional kepemudaan di atas dibuka langsung oleh Bapak Bupati Enrekang, H. Muslimin Bando. Dalam sambutannya, politisi senior Golkar ini mengapresiasi acara dialog yang diinisiasi oleh Karang Taruna dan GPMB.

"Saya atas nama kepala daerah mengapresiasi acara dialog kepemudaan ini. Lebih khusus kepada para inisiator terutama dari Ketua Karang Taruna, Ananda Hasri Jack, awalnya saya ragu kalau mampu mengurus Karang Taruna karena kesibukannya, tetapi hari ini terlihat kalau beliau di posisi yang tepat sebaga Ketua Karang Taruna Enrekang. Sukses untuk beliau," tutur Bupati yang ditanggapi dengan aplaus oleh para hadirin.

Selain itu, Bupati juga berterima kasih kepada Ketua GPMB Enrekang Ilham Kadir karena mampu mendatangkan intelektual nasional bahkan internasional untuk mampir di Enrekang dan memberikan pencerahan kepada para pemuda.

Baca Juga: Refleksi Kehidupan - Bola dan Kehidupan

"Saya berharap agar acara semacam ini rutin dilaksanakan, supaya para pemuda di Enrekang, bersikap kritis, sebab kalau ada orang yang tidak bisa melakukan kritik itu tidak normal. Jika ingin normal lakukan kritik, dengan catatan harus ilmiah. Salah satu ciri ilmiah itu adalah sesuai fakta. Jika melakukan kritik hanya karena kebencian, tanpa fakta, dan tidak ilmiah, justru merusak karena menyebarkan hoaks," jelas Muslimin.

Halaman:

Editor: Firmansyah Lafiri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peringati HUT RI BMH Maros Gelar Mabit

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 20:14 WIB

Hidayatullah Sulsel Gelar Lailatul Ijtima di Maros

Minggu, 12 Juni 2022 | 10:01 WIB

Terpopuler

X