• Senin, 26 September 2022

Menumbuhkan Itu Bukan Melumpuhkan

- Rabu, 5 Januari 2022 | 18:47 WIB
Kebersamaan adalah karunia tak terhingga. Namun semangat saling menumbuhkan dan tidak saling melumpuhkan jauh lebih tinggi nilainya dalam kehidupan sosial. (pixabay)
Kebersamaan adalah karunia tak terhingga. Namun semangat saling menumbuhkan dan tidak saling melumpuhkan jauh lebih tinggi nilainya dalam kehidupan sosial. (pixabay)

PortalAMANAH.COM – Bergandengan tangan melestarikan kebaikan termasuk tuntutan kehidupan social. Prinsip saling menumbuhkan dan bukan saling melumpuhkan perlu dipupuk agar terwujud ukhuwah Islamiyah yang kokoh.

Prinsip saling menumbuhkan yang terus tumbuh akan memupus sikap individualisme dalam diri setiap orang. Sifat egois tidak betah berdiam dalam hati dan jiwa seseorang. Berbeda jika sikap saling melumpuhkan yang tumbuh kembang di hati. Buahnya hanya hokum rimba yang saling mematikan.

Baca Juga: 15 Menit dari Mimbar Peradaban Baghasasi

Postingan KH. Teten Romly Qomaruddien (@TenRomlyQ) mengingatkan kita betapa beratnya seseorang menjadikan dirinya sebagai tempat bersandar. “Memang tak mudah untuk menjadikan diri ini sebagai tempat bersandar” tulisnya.

Lebih lanjut pengasuh ruang pembelajaran online madrasahabi-umi.com itu mengingatkan sinergitas dalam kehidupan rumah tangga. Bagaimana orang tua memosisikan dirinya untuk anak-anaknya. Demikian halnya sikap anak-anak terhadap orang tuanya. Bagaimana seorang suami terhadap istrinya dan begitupun sebaliknya.

Orang tua menjadi payung dan penopang bagi anak-anaknya, dan anak-anak menjadi penyejuk bagi kedua orang tuanya. Suami menjadi tiang sandar bagi isterinya, dan isteri menjadi penawar atas beban dan keluh kesah suaminya.” Pungkasnya.

Baca Juga: Siapkan Anak Jadi Muslim Miliki Etika Moralitas Tinggi

Tak lupa juga beliau menyinggung dunia Pendidikan. Relasi interaksi saling menopang antara guru dengan murid, relasi sosial saling membantu antar sesama guru dan juga antar sesama murid.

Seorang guru mampu meyakinkan muridnya, dan murid mampu menunjukkan prestasi bagi gurunya. Seorang senior mampu mewariskan keteladanan bagi yuniornya, dan yunior mampu menunjukkan harapan bagi seniornya.” tuturnya.

Dunia militer juga tak lupa disebutkan. Antara komandan dengan prajurit diperlukan komunikasi produktif untuk saling menumbuhkan semangat perjuangan dan kebangsaan serta kerjasama yang solid.

Halaman:

Editor: Supriadi Yosup Boni

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hindari Memotong Pembicaraan Orang Lain. Itu Tak Beradab

Sabtu, 10 September 2022 | 12:17 WIB

Spirit Tahajud - Mengenal Hakikat Perilaku Zuhud

Minggu, 21 Agustus 2022 | 05:01 WIB

Kuliah Dhuha - Syakur

Kamis, 21 Juli 2022 | 09:00 WIB

Kebersihan Sebagian dari Iman. Palsu tapi Benar

Kamis, 21 Juli 2022 | 07:55 WIB

Spirit Tahajud - Pesan Rasul Jadilah Orang Mulia

Selasa, 21 Juni 2022 | 08:45 WIB

Nasehat Berharga, Janganlah Tergesa-gesa

Rabu, 15 Juni 2022 | 06:17 WIB

Akhlak Mulia 04 - Membalas Kebaikan Orangtua

Jumat, 20 Mei 2022 | 10:20 WIB

Akhlak Mulia 03 - Waspadai 9 Dosa Besar

Kamis, 19 Mei 2022 | 10:10 WIB

Jaga Perut dari Makanan Haram

Minggu, 15 Mei 2022 | 03:52 WIB

Menumbuhkan Itu Bukan Melumpuhkan

Rabu, 5 Januari 2022 | 18:47 WIB

30 Kiat Selamat dari Berbuat Maksiat. Bag 3

Selasa, 4 Januari 2022 | 14:24 WIB

Klitih Marak di Jogja, Begini Pandangan Islam

Selasa, 4 Januari 2022 | 11:44 WIB

30 Kiat Selamat dari Berbuat Maksiat. Bag 2

Selasa, 4 Januari 2022 | 07:29 WIB

Terpopuler

X