• Senin, 26 September 2022

Spirit Tahajud - Pesan Rasul Jadilah Orang Mulia

- Selasa, 21 Juni 2022 | 08:45 WIB
Setiap suami patut menyontohi hobby Rasulullah shallallahun alaihi wa sallam sapa istri setiap hari. (Firmasyah Lafiri)
Setiap suami patut menyontohi hobby Rasulullah shallallahun alaihi wa sallam sapa istri setiap hari. (Firmasyah Lafiri)

PortalAMANAH.com -- Siapapun dari kita pasti ingin menjadi orang yang mulia, baik di hadapan Allah maupun sesama manusia. Lalu siapakah yang dimaksud dengan orang mulia itu, sehingga dicintai Allah dan Rasulnya, juga orang-orang mukmin lainnya.
Bukanlah orang yang sakti, orang yang kaya atau pejabat yang menyandang gelar sebagai orang kuat nan mulia. Akan tetapi, orang yang mampu mengendalikan kemarahannya, itulah orang yang paling kuat dan mulia.

Begitu pesan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang patut kita teladani. Seseorang disebut mulia jika dilimpahi rahmat dan dilindungi oleh Allah ta'ala.

Nah, agar mendapat rahmat dan perlindungan Allah, Rasulullah telah bersabda, "Ada tiga hal yang apabila itu dilakukan akan dilindungi Allah dalam pemeliharaan-Nya, ditaburi rahmat-Nya, dan di masukkan ke dalam surga-Nya, yaitu Apabila diberi, ia bisa berterima kasih; apabila ia berkuasa, ia suka memaafkan; dan apabila marah, ia mampu menahan diri," (HR Hakim dan Ibnu HIbban dari Ibnu Abbas).

1. Mau Berterima kasih. Ucapan terima kasih memang terkesan sederhana. Ucapan terima kasih menjadi indikasi bahwa kita mensyukuri pemberian seseorang. Rasulullah bersabda, :

مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوْفٌ فَلْيَجْزِهِ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ مَا يَجْزِيْهِ فَلْيُثْنِ عَلَيْهِ، فَإِنَّهُ إِذَا أَثْنَى عَلَيْهِ فَقَدْ شَكَرَهُ وَإِنْ كَتَمَهُ فَقَدْ كَفَرَهُ …

"Barang siapa diperlakukan baik (oleh orang), hendaknya ia membalasnya. Apabila dia tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, hendaknya ia memujinya. Jika ia memujinya, maka ia telah berterima kasih kepadanya, namun jika menyembunyikannya, berarti dia telah mengingkarinya.," (HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, lihat Shahih al-Adab al-Mufrad no. 157)

Subhanallah, begitulah indahnya Islam. Bahkan, saat hijrah, Rasulullah juga berpesan agar orang-orang Muhajirin mengucapkan terima kasih kepada kaum Anshar yang telah menolong dan membantunya.

Ketika kita orang-orang Muhajirin datang kepada Nabi Saw dengan mengatakan, "Wahai Rasulullah, orang-orang Anshar telah pergi membawa seluruh pahala. Kami tidak pernah melihat suatu kaum yang paling banyak pemberiannya dan paling bagus bantuannya di saat kekurangan selain mereka. Mereka juga telah mencukupi kebutuhan kita.

Nabi Menjawab, 'Bukankan kalian telah memuji dan mendoakan mereka?' Para Muhajirin menjawab, 'Iya." Nabi Bersabda, 'Itu dibalas dengan itu'," (HR Abu Dawud dan An Nasai).

Halaman:

Editor: Firmansyah Lafiri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hindari Memotong Pembicaraan Orang Lain. Itu Tak Beradab

Sabtu, 10 September 2022 | 12:17 WIB

Spirit Tahajud - Mengenal Hakikat Perilaku Zuhud

Minggu, 21 Agustus 2022 | 05:01 WIB

Kuliah Dhuha - Syakur

Kamis, 21 Juli 2022 | 09:00 WIB

Kebersihan Sebagian dari Iman. Palsu tapi Benar

Kamis, 21 Juli 2022 | 07:55 WIB

Spirit Tahajud - Pesan Rasul Jadilah Orang Mulia

Selasa, 21 Juni 2022 | 08:45 WIB

Nasehat Berharga, Janganlah Tergesa-gesa

Rabu, 15 Juni 2022 | 06:17 WIB

Akhlak Mulia 04 - Membalas Kebaikan Orangtua

Jumat, 20 Mei 2022 | 10:20 WIB

Akhlak Mulia 03 - Waspadai 9 Dosa Besar

Kamis, 19 Mei 2022 | 10:10 WIB

Jaga Perut dari Makanan Haram

Minggu, 15 Mei 2022 | 03:52 WIB

Menumbuhkan Itu Bukan Melumpuhkan

Rabu, 5 Januari 2022 | 18:47 WIB

30 Kiat Selamat dari Berbuat Maksiat. Bag 3

Selasa, 4 Januari 2022 | 14:24 WIB

Klitih Marak di Jogja, Begini Pandangan Islam

Selasa, 4 Januari 2022 | 11:44 WIB

30 Kiat Selamat dari Berbuat Maksiat. Bag 2

Selasa, 4 Januari 2022 | 07:29 WIB

Terpopuler

X