• Sabtu, 10 Desember 2022

Spirit Tahajud - Mengenal Hakikat Perilaku Zuhud

- Minggu, 21 Agustus 2022 | 05:01 WIB

PortalAMANAH.com -- Mengenai perilaku zuhud disebutkan dalam sebuah hadits,

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِىِّ قَالَ أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ دُلَّنِى عَلَى عَمَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِىَ اللَّهُ وَأَحَبَّنِىَ النَّاسُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « ازْهَدْ فِى الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ وَازْهَدْ فِيمَا فِى أَيْدِى النَّاسِ يُحِبُّوكَ ».

Dari Sahl bin Sa’ad As Sa’idi, ia berkata ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang apabila aku melakukannya, maka Allah akan mencintaiku dan begitu pula manusia.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Zuhudlah pada dunia, Allah akan mencintaimu. Zuhudlah pada apa yang ada di sisi manusia, manusia pun akan mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah dan selainnya. An Nawawi mengatakan bahwa dikeluarkan dengan sanad yang hasan).

Hadits di atas mengisyaratkan suatu perilaku yang dapat mengantarkan seseorang meraih cinta Allah SWT dan manusia. Perilaku itu adalah zuhud.

Secara etimologi, zuhud adalah menjauhkan diri dari sesuatu karena menganggap hina dan tidak bernilai. Bagi para sufi, zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang lebih dari keburukan hidup walaupun sudah jelas kehalalannya.

Berlaku zuhud tidak berarti berdiam diri dan tidak melakukan usaha apa pun untuk mendapatkan rezeki yang halal. Zuhud bukan sikap malas. Seorang zahid (orang yang zuhud) sama sekali tidak identik dengan orang fakir yang tidak mempunyai harta apa pun.

Seorang zahid adalah orang yang mendapatkan kenikmatan dunia tetapi tidak memalingkan dirinya dari ibadah kepada Allah. Ia tidak diperbudak dunia dengan segala kenikmatannya, dan mampu menahan diri untuk tetap berada di jalan yang diridhai Allah.

Zuhud adalah perbuatan hati (af'al al-qulub). Seorang zahid, dalam hatinya tumbuh keyakinan bahwa apa yang ada dalam genggaman Allah lebih bernilai daripada yang ada dalam genggaman manusia.

Halaman:

Editor: Firmansyah Lafiri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Adab Muslim - Adab Berkaitan dengan Ponsel

Rabu, 9 November 2022 | 15:05 WIB

Adab Muslim - Adab yang Berkaitan dengan Pergaulan

Rabu, 9 November 2022 | 14:40 WIB

Adab Muslim - Adab Berkaitan dengan Perjalanan

Selasa, 8 November 2022 | 18:40 WIB

Adab Muslim - Adab yang Berkaitan dengan Pertemuan

Senin, 7 November 2022 | 18:25 WIB

Adab Muslim - Adab Berkaitan dengan Pembicaraan

Rabu, 2 November 2022 | 07:05 WIB

Adab Muslim -Adab yang Berkaitan dengan Doa

Selasa, 1 November 2022 | 06:00 WIB

Adab Muslim - Adab yang Berkaitan dengan Salam

Minggu, 30 Oktober 2022 | 05:50 WIB

Adab Muslim - Adab yang Berkaitan dengan Masjid

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 05:35 WIB

Ikhlas Dalam Beramal, Ini Ciri-cirinya

Senin, 24 Oktober 2022 | 09:46 WIB

Hindari Memotong Pembicaraan Orang Lain. Itu Tak Beradab

Sabtu, 10 September 2022 | 12:17 WIB

Spirit Tahajud - Mengenal Hakikat Perilaku Zuhud

Minggu, 21 Agustus 2022 | 05:01 WIB

Kuliah Dhuha - Syakur

Kamis, 21 Juli 2022 | 09:00 WIB

Kebersihan Sebagian dari Iman. Palsu tapi Benar

Kamis, 21 Juli 2022 | 07:55 WIB

Spirit Tahajud - Pesan Rasul Jadilah Orang Mulia

Selasa, 21 Juni 2022 | 08:45 WIB

Nasehat Berharga, Janganlah Tergesa-gesa

Rabu, 15 Juni 2022 | 06:17 WIB
X