• Senin, 26 September 2022

Bersihkan Diri dari Harta Haram, Buka Pintu Berkah dan Cinta Allah

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 21:25 WIB
Kesadaran seorang muslim dan muslimah untu bersihkan diri dari semua jenis harta haram akan datangkan berkah dan cinta Allah. (Pixabay.com)
Kesadaran seorang muslim dan muslimah untu bersihkan diri dari semua jenis harta haram akan datangkan berkah dan cinta Allah. (Pixabay.com)

PortalAMANAH.COM -- Allah ta’ala dalam banyak ayatnya, demikian pula Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam banyak haditsnya mewanti-wanti manusia dalam bertransaksi haram.

Manusia diperintahkan untuk menjauhi semua transaksi bisnis, usaha yang dilarang atau dapat mengantarkan kepada transaksi yang dilarang syariat. Tentu, semua itu dimaksudkan demi kemaslahatan manusia dan menghindarkan mereka dari segala mudarat dan mafsadat yang mengancam.

Baca Juga: Hanafiyah dan Malikiyah: Waktu Shalat Kasib Dianjurkan Seorang Muslim Tayammum

Selain transaksi haram yang wajib manusia hindari. Mereka juga diperintahkan untuk membersihkan diri dari semua pendapatan haram yang mereka peroleh. Tujuannya, agar apa yang dikonsumsi dan digunakan manusia bisa terjamin kehalalannya sehingga terhindar dari dosa.

Terkait anjuran ini, maka setidaknya ada dua poin penting yang mesti dipahami dengan baik. Yaitu harta yang diharamkan karena dzatnya dan harta haram karena cara perolehannya.

Pertama, semua jenis harta yang diharamkan karena dzatnya seperti bangkai, minuman keras atau yang sejenisnya maka mesti membuang dan menghanguskannya.

Baca Juga: Orang Terlambat Bangun Pagi, Boleh Tayammum?

Akan tetapi, perlu diingat bahwa harta haram jenis ini tidak boleh diberikan kepada orang lain untuk ia konsumsi. Ia hanya boleh diberikan untuk dijadikan pakan hewan atau binatang. Termasuk ia mesti diberikan kepadanya secara cuma-cuma dan tidak boleh berbayar.

Dasarnya adalah apa yang dilakukan penduduk Madinah ketika turun ayat pengharaman khamar. Dikisahkan mereka serentak menumpahkan khamar yang masih ada dalam kendi-kendi mereka hingga kota Madinah dibanjiri khamar saat itu.

Baca Juga: Apa Saja yang Batalkan Tayammum? Ini Penjelasannya

Halaman:

Editor: Supriadi Yosup Boni

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pelaku Dosa, Sebabkan Krisis Ekonomi

Senin, 7 Maret 2022 | 19:40 WIB

Istighfar, Wirid Harian Pelaku Usaha

Senin, 7 Maret 2022 | 17:40 WIB

Miskin atau Kaya, Mulia Mana?

Senin, 7 Maret 2022 | 15:40 WIB

Rasulullah Pinta Hidup Miskin, Betulkah?

Senin, 7 Maret 2022 | 13:40 WIB

Aktualisasi Sabar dalam Dunia Usaha.

Senin, 7 Maret 2022 | 11:40 WIB

Zuhud dalam Persfektif Ekonomi Islam

Senin, 7 Maret 2022 | 09:40 WIB

Biaya Tarik Tunai Pakai Kartu Kredit, Haramkah?

Senin, 7 Maret 2022 | 07:40 WIB

Tarik Tunai Pakai Kartu Kredit, Bolehkah?

Senin, 7 Maret 2022 | 05:40 WIB

Kuwalitas Tawakkal Tentukan Hasil

Jumat, 4 Maret 2022 | 09:40 WIB

Tawakkal Tuntut Kerja Keras

Jumat, 4 Maret 2022 | 07:40 WIB

Al-Wara’, Sifat Wajib Pebisnis Muslim

Kamis, 3 Maret 2022 | 19:40 WIB

Anjuran Pilih Mudharat Paling Ringan

Kamis, 3 Maret 2022 | 15:40 WIB

Boleh Tarik Tunai Di Mesin ATM Bank Lain.

Kamis, 3 Maret 2022 | 11:40 WIB

Kenali Bisnis Skema Ponzi

Rabu, 2 Maret 2022 | 21:40 WIB

Persaingan Usaha, Rahmat Terindah dari Allah

Rabu, 2 Maret 2022 | 13:40 WIB

Syukuri Persaingan Usaha

Rabu, 2 Maret 2022 | 11:40 WIB

Larangan Menjual dengan Dua Harga, Benarkah?

Rabu, 2 Maret 2022 | 09:40 WIB

Polemik Menjual dengan Dua Harga

Rabu, 2 Maret 2022 | 07:40 WIB

Terpopuler

X