Al-Quran Memuji Imuwan sebagai Ulama

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 20:32 WIB
ulama ilmuwan
ulama ilmuwan

PortalAMANAH.com -- Kita di Indonesia membedakan antara ahli ilmu agama dan ilmu sains. Kalau ahli agama biasa disebut ulama, sedangkan ahli ilmu sains kebiasannya menyebutnya dengan ilmuwan.

Namun di dalam Al-Quran penyebutan keduanya justru tidak dibedakan, sama-sama disebut dengan ulama. Yang membedakan adalah konteks dan tafsirnya. Dan kata ‘ulama’ dua kali disebutkan dalam Al-Quran, yaitu pada surat Fathir 28 dan Asy-Syu’ara’ ayat 197.

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَاۤبِّ وَالْاَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗ كَذٰلِكَۗ اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Fathir : 28)

اَوَلَمْ يَكُنْ لَّهُمْ اٰيَةً اَنْ يَّعْلَمَهٗ عُلَمٰۤؤُا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ

Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya? (QS. Asy-Syuara : 197)

Selain menggunakan kata ulama, yang lebih terarah lagi tentang penyebutan para ilmuwan menggunakan istilah lain seperti ulul-imi, ulil albab, zikr-ahluz dan ulil abshar.

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Ali Imran : 18)

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Halaman:

Editor: Firmansyah Lafiri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X